Skip to main content

#DVETWITH MARISSA ANITA

 

Beberapa tahun belakangan ini saya mengikuti podcast dan youtube channel Dave Hendrik dan Iwet Ramadhan. Berawal dari podcast YOLO yang didalamnya ada Dave Hendrik, Iwet Ramadhan & Novita Angie. Podcast tersebut awalnya hanya untuk menemani saya ketika saya pulang kantor dan menyendiri di kedai kopi lalu memilih mendengarkan podcast YOLO yang sangat menghibur sekaligus merasa punya kakak-kakak online. Ternyata seiring berkembangnya karir mereka di dunia digital, hingga sekarang mereka memiliki channel YouTube terbaru mereka, #DVETWITH.

              Saya lupa di episode berapa, akhirnya mereka mengundang bintang tamu favorit saya, Marissa Anita. Konon Iwet dan Dave bilang bahwa Marissa Anita merupakan salah satu bintang tamu yang ditunggu., tentu salah satunya oleh saya. Marissa Anita merupakan mantan penyiar Metro TV yang sekarang nampaknya focus pada karirnya di dunia film sebagai aktris dan juga menggeluti dunia teater. Jujur saya tidak tahu alasannya kenapa saya menjadi penggemar Marissa Anita, namun menurut saya Marissa adalah sosok yang menarik, berbakat dan berwawasan luas.

              Pada episode #DVETWITH Marissa Anita, menarik untuk mengetahui bahwa Marissa melakukan, tidak hanya social media detox, namun lebih kepada meminimalisir penggunaan social media. Padahal di era fast paced dan segalanya terkoneksi dengan internet, bagaimana mungkin mampu meminimalisir social media exposure? Ternyata Marissa mampu. Dimulai dengan hanya memiliki dua aplikasi social media bahkan Marissa masih membaca koran kertas setiap harinya. Menarik ya. Namun dapat dimengerti bahwa pembatasan atau boundaries itu memang harus dimulai dari niat yang datang dari diri sendiri. Kalimat yang menarik dari Marissa adalah, “it’s okay not knowing everything.” Bukan berarti tidak tahu menahu keadaan sekitar dan tidak tahu apa-apa, namun berarti kita tidak harus mengetahui segala hal karena kita harus membatasi juga hal-hal yang masuk ke dalam tubuh dan pikiran kita, taking control of yourself intentionally.

              Menyambung terkait taking control of yourself, Marissa Anita pernah mengalami depresi. Menurut Marissa, depresi adalah tanda bahwa sesuatu harus diubah dari diri kita, “Depression means something has to change.” Pengalaman-Pengalaman hidup di Marissa Anita nampaknya mempengaruhi keputusan Marissa untuk membatasi diri dengan social media dan belajar untuk membatasi hal-hal yang masuk ke dalam dirinya. Menurut saya, having boundaries adalah sesuatu yang harus dimiliki karena nampaknya mengetahui dan melakukan semua hal itu terlalu berlebihan. It does too much.               

                Walaupun saya sudah berusia 37 tahun, saya merasa bahwa saya masih harus belajar lebih banyak hal, salah satunya adalah setting the boundaries because knowing and able to do everything are pretty much consuming, isn’t it? Tidak ada buku yang bisa menjelaskan bagaimana menjalani hidup, karena hidup terlalu abu-abu untuk dibuat textbook. Tugas kita adalah mencari cara, karena kita lahir ke dunia dibekali akal yang harus di-upgrade seiring berjalannya waktu karena time flies too fast. Entah takut tertinggal atau memang biarlah tertinggal sekejap karena tertinggal adalah kesempatan untuk menarik nafas panjang.      


Comments

Popular posts from this blog

Pasrah? Apakah Menyerah?

Kenapa saya bilang pasrah apakah menyerah, karena kebanyakan orang mengasumsikan pasrah adalah menyerah. Menurut Longman (2005, Pg. 267) " a power that is believed to control what happens in people's lives. " seperti definisi Pasrah yang dikatakan Longman, bahwa pasrah itu adalah 'power' , 'control' dan 'believe'. Jadi pasrah itu bukan tanpa kekuatan, tanpa kontrol dan tanpa kepercayaan. Kalau menurut saya yang dikutip Longman ini ada benarnya, bahwa pasrah adalah sebuah bentuk kekuatan lain yang ada, yang berasal dari diri sendiri yang didukung oleh kontrol diri dan keyakinan diri dalam menghadapi segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan kita. Dari sumber lain, adakah diantara kalian yang pernah membaca dua novel karya A. Fuadi yang berjudul 'Negeri 5 Menara' dan 'Ranah 3 Warna'? Saya sudah membaca dua novel ini dan ada dua pesan yang luar biasa yang mampu dihubungkan dengan 'control' dan 'believe'. Pesan pertam...

Love (your) Friend

Hai! Welcome to the club everybody. Club apa ya? Kumpulan orang-orang yang akhirnya memiliki hubungan dengan teman atau sahabatnya sendiri. Yakin? Kenapa bertanya? Apakah salah memiliki hubungan dengan seseorang yang sebelumnya adalah teman baik kamu? Apakah bila hubungan itu benar-benar terjadi, apakah itu membuat hubungan 'teman baik' yang sebelumnya terjalin, akan rusak jika berlanjut dalam percintaan? Apakah ini akhir sebuah ikatan pertemanan? FRIEND is FRIEND Salah? Buat saya, itu pendapat dan pemikiran orang ya.. Saya gak pernah mau pusing dengan pendapat atau pemikiran orang, menurut saya itu adalah hak masing-masing orang. Teman adalah teman. Ya memang betul. Buat saya, hubungan pertemanan itu lebih dari hubungan percintaan, bisa lebih manis, atau bahkan lebih pahit.. Banyak orang berpikir, jika pertemanan dicampur dengan percintaan, mungkin akan jadi adonan yang bantet dan gak akan bagus jadinya, seperti halnya membawa masalah pribadi ke dalam pekerjaan. Tapi buat sa...