Skip to main content

U.S.A.H.A

Usaha adalah bagian dari keharusan dalam hidup.
Keharusan yang kelak menentukan siapa dan bagaimana kamu.
Keharusan yang mungkin apapun hasilnya hanya tidak memuaskan..
Hanya membawa kekecewaan.
Hanya membawa kesialan.
Hanya membawa mungkin.. Kematian.
Keputusasaan!

'Menghargai usaha orang lain'
Itu bukan hanya sebuah frase saja. Itu kedewasaan.
Kedewasaan bagi orang yang mampu menghargai apapun yang orang lain hasilkan.
'hasil' adalah output dari usaha.

Lalu apa hubungannya dengan stereotype?
Pada dasarnya, manusia itu makhluk yang tidak pernah puas.
Termasuk tidak pernah puas mencari kekurangan orang lain.
Kekurangan yang pasti semua orang punya.
Kekurangan yang pasti ciptaan Yang Kuasa.
Kekurangan yang pasti hukumnya mutlak.
Kekurangan itu kompor, kompor mbledug!

Kamu kurang, ya kamu jelek.
Kamu kurang, ya kamu goblok.
Kamu kurang, ya kamu sampah.
Usaha?
Hanya basa yang basi.
Gak mau susah, kurang ya kurang. Titik.

Ingat kawan..
Menghargai usaha orang lain itu wajib.
Buat saya, kedewasaan itu ditunjukkan bukan ketika berhasil saja,
Kedewasaan yang sesungguhnya adalah menerima kekurangan yang ada pada diri sendiri dan orang lain.

Tunjukkan usahamu kawan!

Comments

Popular posts from this blog

Pasrah? Apakah Menyerah?

Kenapa saya bilang pasrah apakah menyerah, karena kebanyakan orang mengasumsikan pasrah adalah menyerah. Menurut Longman (2005, Pg. 267) " a power that is believed to control what happens in people's lives. " seperti definisi Pasrah yang dikatakan Longman, bahwa pasrah itu adalah 'power' , 'control' dan 'believe'. Jadi pasrah itu bukan tanpa kekuatan, tanpa kontrol dan tanpa kepercayaan. Kalau menurut saya yang dikutip Longman ini ada benarnya, bahwa pasrah adalah sebuah bentuk kekuatan lain yang ada, yang berasal dari diri sendiri yang didukung oleh kontrol diri dan keyakinan diri dalam menghadapi segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan kita. Dari sumber lain, adakah diantara kalian yang pernah membaca dua novel karya A. Fuadi yang berjudul 'Negeri 5 Menara' dan 'Ranah 3 Warna'? Saya sudah membaca dua novel ini dan ada dua pesan yang luar biasa yang mampu dihubungkan dengan 'control' dan 'believe'. Pesan pertam...

#DVETWITH MARISSA ANITA

  Beberapa tahun belakangan ini saya mengikuti podcast dan youtube channel Dave Hendrik dan Iwet Ramadhan. Berawal dari podcast YOLO yang didalamnya ada Dave Hendrik, Iwet Ramadhan & Novita Angie. Podcast tersebut awalnya hanya untuk menemani saya ketika saya pulang kantor dan menyendiri di kedai kopi lalu memilih mendengarkan podcast YOLO yang sangat menghibur sekaligus merasa punya kakak-kakak online. Ternyata seiring berkembangnya karir mereka di dunia digital, hingga sekarang mereka memiliki channel YouTube terbaru mereka, #DVETWITH.               Saya lupa di episode berapa, akhirnya mereka mengundang bintang tamu favorit saya, Marissa Anita. Konon Iwet dan Dave bilang bahwa Marissa Anita merupakan salah satu bintang tamu yang ditunggu., tentu salah satunya oleh saya. Marissa Anita merupakan mantan penyiar Metro TV yang sekarang nampaknya focus pada karirnya di dunia film sebagai aktris dan juga menggelut...

Love (your) Friend

Hai! Welcome to the club everybody. Club apa ya? Kumpulan orang-orang yang akhirnya memiliki hubungan dengan teman atau sahabatnya sendiri. Yakin? Kenapa bertanya? Apakah salah memiliki hubungan dengan seseorang yang sebelumnya adalah teman baik kamu? Apakah bila hubungan itu benar-benar terjadi, apakah itu membuat hubungan 'teman baik' yang sebelumnya terjalin, akan rusak jika berlanjut dalam percintaan? Apakah ini akhir sebuah ikatan pertemanan? FRIEND is FRIEND Salah? Buat saya, itu pendapat dan pemikiran orang ya.. Saya gak pernah mau pusing dengan pendapat atau pemikiran orang, menurut saya itu adalah hak masing-masing orang. Teman adalah teman. Ya memang betul. Buat saya, hubungan pertemanan itu lebih dari hubungan percintaan, bisa lebih manis, atau bahkan lebih pahit.. Banyak orang berpikir, jika pertemanan dicampur dengan percintaan, mungkin akan jadi adonan yang bantet dan gak akan bagus jadinya, seperti halnya membawa masalah pribadi ke dalam pekerjaan. Tapi buat sa...