Skip to main content

Siapakah (sebenarnya) kita?

Saya mau bertanya, siapakah kita? Terdengar seperti pertanyaan bodoh ya? Well apapun pemikiran anda tentang pertanyaan tersebut, pikirkanlah jawaban dari pertanyaan tersebut.. Many answer will appear, I guess..

Kita adalah ciptaan-Nya
Satu hal yang pasti yang paling hakiki dan tidak bisa dipungkiri bukan? Yap, kita diciptakan oleh Tuhan, memohon dan berdoa pun pada-Nya, dan kelak kembali pun hanya pada-Nya. Tuhan pun pasti memiliki tujuan kenapa kita harus menjadi seperti sekarang. Seperti yang orang-orang suka dan seperti yang orang-orang tidak suka. Tujuan dari penciptaan diri kita tentu hanya Tuhan yang tau, hanya Dia yang mampu menjawab. Pesan Tuhan, mungkin, hanya satu pada kita, " jaga dirimu baik-baik, Nak. Kau Ku cipta karena kau mampu berbuat sesuatu. "

Kita adalah diri kita
Hanya kita yang tau apa yang terbaik bagi diri kita. Hanya kita yang tau mau seperti apa kita ini. Tuhan hanya memberi jalan, kita yang memilih. Kita ini dibentuk dari partikel-partikel jiwa yang terbentuk menjadi partikel raga.partikel jiwa yang harus diisi, sekaligus partikel jiwa yang terkadang masuk ke dalam sebuah kotak yang dinamakan 'Lost Box' kotak yang merupakan bukti bahwa kita pernah sangat tersesat dan gak tau harus belok atau jalan terus. Setiap keputusan yang pernah dan sedang kita buat adalah keputusan kita, emosi kita, dan otak kita.. Ehmm mungkin boleh ditambahkan, nafsu kita. Entahlah, tapi jurus terbaik yang kita punya ketika kita masuk area 'Lost Box' adalah mengatakan "jalani aja.. Go with the flow.." terdengar sangat tersesat? Buat saya, itu pilihan. Will not be graded.

Kita adalah (sekaligus) milik lingkungan
Secara tidak langsung, kita ini sudah tanda tangan kontrak pada publik, "hey! I am yours, people!" jadi, figur publik bukan hanya milik artis atau orang terkenal semata, tapi kita juga. We are matter for our environment. Ya penting, untuk dijadikan gosip terbaru, penting untuk dijadikan olok-olok, dan penting bagi eksistensi mereka yang merupakan makhluk yang butuh tiang eksistensi. Peran kita di 'fase' ini memiliki dua sisi mata uang. Positif dan negatif. Kita (secara tidak langsung atau langsung) dituntut untuk selalu tampil sempurna, well at least baik lah. Gak ada yang mau terlihat jelek bukan? Tapi kembali lagi, people have their own thought. We can not control them. Lalu bagaimana? Sudah milik bersama, dituntut sempurna, tapi belum tentu mereka suka.. Saran saya, pilihlah salah satu sisi mata uang, positif atau negatif? Then, go on.


Kita adalah refleksi dari sebuah subjektivitas
Jika ada yang mengatakan bahwa kamu tidak pantas ada di dunia ini, atau kamu manusia tidak berguna, sekali lagi saya katakan, itu pilihan kamu, sekaligus pikiran mereka. Hasil dari emosi, hati, otak, dan (mungkin) nafsu mu dan subjektivitas mereka. Dunia kita ini sangat subjektif, kawan. Jangan paksa orang untuk mengikuti pikiranmu atau sikapmu, ingat : dunia sangat subjektif. Subjektif dan Egois itu sahabat baik. Dan itulah refleksi dunia kita sekarang.


Akan sangat lelah untuk berpikir kita ini siapa (sebenarnya) dan harus bagaimana.Subjektivitas ini adalah rangkuman dari pemikiran, sikap, dan takdir. Buat saya, pilihan itu ada dan akan selalu ada. Dunia yang subjektif dan penuh pilihan ini sikapilah dengan objektif dan fleksibel. Kita ini partikel jiwa yang tidak pernah akan puas. Kita adalah partikel raga yang tidak akan pernah sempurna. Gak suka? Itu pilihan kamu, aku, dan kita. Lalu, siapakah kamu, aku, dan kita? Itu urusan kamu, aku, dan bukan urusan kita.

Dipilih.. Dipilih... :)

Comments

Popular posts from this blog

Pasrah? Apakah Menyerah?

Kenapa saya bilang pasrah apakah menyerah, karena kebanyakan orang mengasumsikan pasrah adalah menyerah. Menurut Longman (2005, Pg. 267) " a power that is believed to control what happens in people's lives. " seperti definisi Pasrah yang dikatakan Longman, bahwa pasrah itu adalah 'power' , 'control' dan 'believe'. Jadi pasrah itu bukan tanpa kekuatan, tanpa kontrol dan tanpa kepercayaan. Kalau menurut saya yang dikutip Longman ini ada benarnya, bahwa pasrah adalah sebuah bentuk kekuatan lain yang ada, yang berasal dari diri sendiri yang didukung oleh kontrol diri dan keyakinan diri dalam menghadapi segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan kita. Dari sumber lain, adakah diantara kalian yang pernah membaca dua novel karya A. Fuadi yang berjudul 'Negeri 5 Menara' dan 'Ranah 3 Warna'? Saya sudah membaca dua novel ini dan ada dua pesan yang luar biasa yang mampu dihubungkan dengan 'control' dan 'believe'. Pesan pertam...

Love (your) Friend

Hai! Welcome to the club everybody. Club apa ya? Kumpulan orang-orang yang akhirnya memiliki hubungan dengan teman atau sahabatnya sendiri. Yakin? Kenapa bertanya? Apakah salah memiliki hubungan dengan seseorang yang sebelumnya adalah teman baik kamu? Apakah bila hubungan itu benar-benar terjadi, apakah itu membuat hubungan 'teman baik' yang sebelumnya terjalin, akan rusak jika berlanjut dalam percintaan? Apakah ini akhir sebuah ikatan pertemanan? FRIEND is FRIEND Salah? Buat saya, itu pendapat dan pemikiran orang ya.. Saya gak pernah mau pusing dengan pendapat atau pemikiran orang, menurut saya itu adalah hak masing-masing orang. Teman adalah teman. Ya memang betul. Buat saya, hubungan pertemanan itu lebih dari hubungan percintaan, bisa lebih manis, atau bahkan lebih pahit.. Banyak orang berpikir, jika pertemanan dicampur dengan percintaan, mungkin akan jadi adonan yang bantet dan gak akan bagus jadinya, seperti halnya membawa masalah pribadi ke dalam pekerjaan. Tapi buat sa...

#DVETWITH MARISSA ANITA

  Beberapa tahun belakangan ini saya mengikuti podcast dan youtube channel Dave Hendrik dan Iwet Ramadhan. Berawal dari podcast YOLO yang didalamnya ada Dave Hendrik, Iwet Ramadhan & Novita Angie. Podcast tersebut awalnya hanya untuk menemani saya ketika saya pulang kantor dan menyendiri di kedai kopi lalu memilih mendengarkan podcast YOLO yang sangat menghibur sekaligus merasa punya kakak-kakak online. Ternyata seiring berkembangnya karir mereka di dunia digital, hingga sekarang mereka memiliki channel YouTube terbaru mereka, #DVETWITH.               Saya lupa di episode berapa, akhirnya mereka mengundang bintang tamu favorit saya, Marissa Anita. Konon Iwet dan Dave bilang bahwa Marissa Anita merupakan salah satu bintang tamu yang ditunggu., tentu salah satunya oleh saya. Marissa Anita merupakan mantan penyiar Metro TV yang sekarang nampaknya focus pada karirnya di dunia film sebagai aktris dan juga menggelut...