Skip to main content

What Would You Do?

Pernah ya mengalami ketika semua hal berjalan tidak sesuai dengan keinginan? 
tergantung orangnya bagaimana menghadapi sesuatu diluar rencana atau kehendak
ada yang merasa bahwa itu memang sudah ditakdirkan begitu namun ada juga yang mempertanyakan keabsahan kenyataan tersebut. 

Mampu menerima kenyataan buat saya adalah anugerah. Itu bukan sesuatu yang mudah untuk mampu dilakukan, apalagi bagi beberapa orang yang mungkin ego dan gengsinya masih cukup besar. Sebagai manusia tentu mempertanyakan sesuatu itu normal dan tidak berdosa dan bagi saya itu penting sebagai bahan instropeksi diri pula. Sepertinya kalau hanya menjadi air yang mengalir tanpa mempertanyakan arah mengalir dan konsekuensi dari aliran tersebut untuk sekarang sepertinya ada yang salah. 

Critical Mind. 
Itu kunci dan itu penting. Agak 'annoying' juga memang menjadi orang yang selalu mempertanyakan banyak hal karena orang lain hanya akan bilang 'ya sudahlah memang begitu jalannya' ada yang merasa puas namun pasti ada yang merasa, what is wrong? mungkin memang tidak ada yang salah dan mungkin memang harus begini. klise. normatif. 

What would you do then?
aduh kalo pertanyaan ini ditanyakan ke seluruh umat manusia mungkin jawabannya juga berbeda dan akan saling merasa bahwa jawabannya yang paling benar, karena karakter orang berbeda dan pemahaman terhadap 'jalan hidup' akan kembali pada keimanan dan logika masing-masing. Pun saya tidak akan menjabarkan secara lugas pemikiran saya karena saya rajin menganalisa kenapa lalu bagaimana dan akan berbeda pula definisi dan pemahamannya. 

Langkah selanjutnya adalah mungkin terus saja berjalan karena tubuh belum mati dan masih ada yang dicintai. 

Comments

Popular posts from this blog

Pasrah? Apakah Menyerah?

Kenapa saya bilang pasrah apakah menyerah, karena kebanyakan orang mengasumsikan pasrah adalah menyerah. Menurut Longman (2005, Pg. 267) " a power that is believed to control what happens in people's lives. " seperti definisi Pasrah yang dikatakan Longman, bahwa pasrah itu adalah 'power' , 'control' dan 'believe'. Jadi pasrah itu bukan tanpa kekuatan, tanpa kontrol dan tanpa kepercayaan. Kalau menurut saya yang dikutip Longman ini ada benarnya, bahwa pasrah adalah sebuah bentuk kekuatan lain yang ada, yang berasal dari diri sendiri yang didukung oleh kontrol diri dan keyakinan diri dalam menghadapi segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan kita. Dari sumber lain, adakah diantara kalian yang pernah membaca dua novel karya A. Fuadi yang berjudul 'Negeri 5 Menara' dan 'Ranah 3 Warna'? Saya sudah membaca dua novel ini dan ada dua pesan yang luar biasa yang mampu dihubungkan dengan 'control' dan 'believe'. Pesan pertam...

Love (your) Friend

Hai! Welcome to the club everybody. Club apa ya? Kumpulan orang-orang yang akhirnya memiliki hubungan dengan teman atau sahabatnya sendiri. Yakin? Kenapa bertanya? Apakah salah memiliki hubungan dengan seseorang yang sebelumnya adalah teman baik kamu? Apakah bila hubungan itu benar-benar terjadi, apakah itu membuat hubungan 'teman baik' yang sebelumnya terjalin, akan rusak jika berlanjut dalam percintaan? Apakah ini akhir sebuah ikatan pertemanan? FRIEND is FRIEND Salah? Buat saya, itu pendapat dan pemikiran orang ya.. Saya gak pernah mau pusing dengan pendapat atau pemikiran orang, menurut saya itu adalah hak masing-masing orang. Teman adalah teman. Ya memang betul. Buat saya, hubungan pertemanan itu lebih dari hubungan percintaan, bisa lebih manis, atau bahkan lebih pahit.. Banyak orang berpikir, jika pertemanan dicampur dengan percintaan, mungkin akan jadi adonan yang bantet dan gak akan bagus jadinya, seperti halnya membawa masalah pribadi ke dalam pekerjaan. Tapi buat sa...

Hectic 5

Mengapa harus 'the hectic 5'? Apakah karena angka 5 terdengar dan terlihat sangat hectic? Atau hanya iseng-iseng aja menggabungkan kata hectic dengan angka 5? Untuk mengawali tulisan ini, saya mau bilang bahwa kata Hectic sangat meaningful buat saya. Angka 5 bukan tanpa arti, walaupun saya lebih suka angka 7, tapi saya nggak membayangkan harus mennggabungkan kata Hectic dengan angka 7. mungkin bukan kata Hectic yang saya pakai, tapi.. Pembunuhan (T.T)   Saya akan mengurutkan dari angka 1 hingga 5. kenapa? Suka-suka saya..   (1) atau bisa disebut tahun pertama bagi saya menginjak dunia per-kuli-ahan. Di tahun pertama ini, seharusnya, semua masih terasa indah dan prospektif bagi remaja menjelang dewasa macam saya. Tapi maaf, kesalahan terbesar malah saya lakukan pada tahun pertama. Pertama kali merasakan nilai E ada di transkrip saya, merasakan bagaimana angka 0,01 sangatlah berharga, dan berjalan tanpa menjejak tanah adalah pembunuhan karakter paling sadis untuk anak usia ...