Skip to main content

Posts

Dumb and Dump

Being dumb dan being dumped. Kejadian baru-baru ini membuktikan bahwa 'being dumb' adalah disengaja bukan genetika. Ini bukan masalah IPK atau titel sarjana. Being dumb adalah sebuah pilihan hidup. Sosial media dijadikan ajang dramatisasi sebuah kebodohan. Alih-alih berkaca, malah menyuruh orang lain untuk berkaca.       Berbuat salah itu manusiawi, tapi yang paling penting adalah introspeksi. Bukannya mengikuti zat kimiawi yang mengarah ke duniawi yaitu sibuk cari empati. Sebuah simpati dari orang lain dianggap cari mati padahal simpatinya datang dari hati, murni. Itulah pentingnya introspeksi. Kamu mungkin butuh sendiri merenungi.  Menjadi dewasa itu dulu impian setiap remaja. Setelah mengalami, penuh sensasi & improvisasi. Namun sepertinya dia hanya mencari sensasi karena belum imunisasi. Pun yang 'being dumped'. Jadi korban seseorang yang belum imunisasi itu memang sulit. Seharusnya menyarankan untuk segera mendapat vaksin, tapi itu tadi, sensas...

What Would You Do?

Pernah ya mengalami ketika semua hal berjalan tidak sesuai dengan keinginan?  tergantung orangnya bagaimana menghadapi sesuatu diluar rencana atau kehendak ada yang merasa bahwa itu memang sudah ditakdirkan begitu namun ada juga yang mempertanyakan keabsahan kenyataan tersebut.  Mampu menerima kenyataan buat saya adalah anugerah. Itu bukan sesuatu yang mudah untuk mampu dilakukan, apalagi bagi beberapa orang yang mungkin ego dan gengsinya masih cukup besar. Sebagai manusia tentu mempertanyakan sesuatu itu normal dan tidak berdosa dan bagi saya itu penting sebagai bahan instropeksi diri pula. Sepertinya kalau hanya menjadi air yang mengalir tanpa mempertanyakan arah mengalir dan konsekuensi dari aliran tersebut untuk sekarang sepertinya ada yang salah.  Critical Mind.  Itu kunci dan itu penting. Agak 'annoying' juga memang menjadi orang yang selalu mempertanyakan banyak hal karena orang lain hanya akan bilang 'ya sudahlah memang begitu jalannya' ada yang ...

A confession of a broken-hearted mind

You are the only human who thinks that everything can be measured by numbers, position and ambition. Everything should be done according to your instruction, precisely. Life, for you, is all about working harder (I dont know whether it's smarter or not even close to it) and reach the ambition , position and number by forcing people's mind and energy like crazy. I dont see any chance for me to be part of your circle. I have no ability to follow you. It's 17.05 on Friday. We are supposed to be home and meet family instead of attending a meeting which is discussing numbers, loan and how bad we are managing ourselves and such things. Success, for some people is about money and high position but for few people, success is a happy heart. Happy heart may not take you to the first class flight or take you to VIP seat, but it will take you to what people so called -- sanity. I can see tired and pale face. She is thinking and she is missing her daughter and her husband, but in th...

ASA(M)

Manusia dilahirkan dengan rasa yang penuh asa. Semua asa dimulai dengan mencoba. Setelah itu akan segera merasakan bagaimana proses asa tersebut yang bisa jadi rasanya asa(m). dalam membentuk asa, manusia juga dibekali dengan pikiran, dimana disitu terdapat ide yang membentuk cara berpikir untuk meraih asa. Tidak lupa manusia juga diberi bekal moral. Pernah dengar pernyataan, “ sebenarnya semua manusia itu dasarnya baik.” Yang langsung muncul dibenak kita pasti, “ah masa?”. Saya pun begitu dikarenakan kita manusia sudah melihat moral-moral manusia yang tidak baik bahkan dianggap tidak bermoral, tapi saya termasuk yang percaya bahwa semua manusia dilahirkan dengan akhlak yang baik walaupun sayangnya ada beberapa manusia yang dibesarkan atau akhirnya terjerumus pada hal-hal yang tidak baik.                 Hubungan antara Moral dan Asa? Dalam menggapai asa, manusia akan bertemu dengan manusia lain atau berhubung...

DO WE REALLY NEED THIS?

Kebanggaan tertentu ketika memiliki identitas dengan keyakinan tertentu semakin membuat seseorang entah jumawa ataupun merasa berkuasa. aku rindu bagaimana dulu sebagai manusia yang memiliki iman tidaklah terlalu banyak dipertanyakan seperti sekarang. terlalu banyak halal-haram, entah apa yang diinginkan sebenarnya. agama atau keyakinan seperti komoditi yang dilarang ini itu dan seperti bukan hubungan sakral antara manusia dengan Tuhan. padahal yang berhak untuk menilai bagaimana hubungan itu berjalan bukanlah kamu yang banyak melarang, tapi jiwa manusia dan Tuhan.  Aku rindu bahwa kita benar-benar sayang dengan keimanan kita. sayang dengan setulus hati sekaligus menyayangi manusia disekitar kita dengan tulus. tetapi yang aku baca adalah saking sayangnya kita terhadap keimanan kita, kita bersikap eksklusif malah cenderung fanatik. aku sudah 26 tahun meyakini sebuah keyakinan dan baru-baru ini saja menyadari bahwa semua seperti sudah berubah. arti toleransi hanya sekedar hafala...

What is 'what a day' ?

Sering dengar atau sering liat kan orang-orang berucap 'what a day!' Untuk mengungkapkan betapa bahagianya mereka hari itu atau hari itu adalah hari yang sangat berkesan bagi mereka. So, what are the criterias to say that your day is 'what a day!' ?  👉 Describe what is life for you Setiap orang itu memiliki deskripsi sendiri mengenai arti hidup buat mereka. Ada yang menjalani hidup dengan sangat sederhana karena buat mereka, bisa bernafas itu cukup. Tapi ada beberapa manusia yang bener-bener totalitas yang pingin push their life to the limit, bahkan ada yang merasa bahwa limitation does not exist. 👉 What is a day?  Ha? Becanda nih yang tanya. A day itu ya hari, dari Senin sampai Minggu. What else? Sebuah hari itu ada yg memaknainya sbg rutinitas. Gak sedikit pula yg memaknainya sbg kesempatan. Manusia merasa bertanggung jawab untuk mengisi hari-harinya dengan sesuatu yang berguna, entah bagi dirinya atau bagi orang lain. Buat aku? A day is a chance and doing your rout...

Manut apa Nunut?

Beberapa kawan merasa bahwa saya terlalu 'manut' sama bapak ibu saya. Gak berani mengambil kesempatan dan gak mencoba untuk keluar dari zona nyaman. Mereka bilang, sampai kapan saya mau didikte seperti itu?  Ini memang abad ke 21. Globalisasi. Tak tabu lagi untuk 'stating' kalo kamu gay, lesbian, hamil diluar nikah dan sebagainya yang dirasa kalo jaman dulu terlalu 'mainstream'. Kamu gak keren kalo kamu gak 'rebellious'. Break the rules itu cool. What else? Saya dibesarkan di keluarga yang biasa saja. Kedua orang tua saya bekerja. Hubungan kami tidak terlalu dekat, tapi mereka mendidik saya untuk 'manut karo wong tuo' dan menghormati orang yg lebih tua secara usia. Tata krama deh pokoknya. Jika dirasa ada yang kurang sepaham dengan didikan mereka, pasti dilarang. Saya rasa hampir semua ortu mengajarkan hal-hal seperti itu juga ya ke anak mereka.  Ke lingkungan pergaulan saya yuk. Pergaulan saya lebih beragam dan gak 'monotonous' seperti k...